• kategori post

  • RSS berita terkini

    • 3 Komentar Jurgen Klopp Terkait Zinedine Zidane Mei 25, 2018
      Kiev - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengakui jika Zinedine Zidane adalah pelatih yang berkualitas. Klopp pun tak setuju dengan anggapan yang menyebut juru taktik Real Madrid itu minim pengalaman. Kedua pelatih itu akan saling bersua saat Liverpool dan Real Madrid berhadapan pada laga final Liga Champions, di Stadion Olimpiyskiy, Sabtu (26/5/2018). Menjel […]
    • Teco Sanjung Semangat Juang Pemain Persija Usai Bungkam Persipura Mei 25, 2018
      Cibinong - Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, memuji semangat juang timnya saat membungkam Persipura Jayapura dengan skor 2-0, pada laga pekan ke-10 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, di Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (25/5/2018) malam WIB. Persija berhasil memutus tren negatif dalam empat laga terakhir, setelah mengalahkan Persipura. Sepasang g […]
    • Menu Sahur 5 Menit Saja: Tumis Brokoli Simple Mei 25, 2018
      Liputan6.com, Jakarta Saat sahur biasanya para ibu akan mencari menu yang praktis dan cepat disajikan. Nah, tumis-tumisan adalah pilihan yang tepat Ladies. Seperti yang satu ini, Vemale akan coba hadirkan menu tumis brokoli sederhana yang bisa kamu coba sajikan sahur nanti. Bahan:   1 kuntum brokoli2-3 siung bawang merah dan bawang putih4 buah cabai merahsec […]
  • kata kunci

  • user

    informations and medias

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    informations and medias

    visitor counter

  • Iklan

Hakikat Takdir Manusia

Takdir berakar dari kata qadara yang memiliki arti, antara lain, keputusan, ketetapan, dan perhitungan. Dalam Alquran banyak ayat yang membicarakan takdir. Salah satunya: ”Allah menetapkan malam dan siang.” (Al-Muzammil: 20). Dalam ayat lain, Allah SWT menyatakan: ”Matahari itu bergerak pada posisinya. Itulah ketetapan pasti Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Mengetahui. Kemudian, bulan juga Kami tetapkan posisinya, hingga ia pada suatu saat akan kembali ke posisi semula.” (Yasin: 28-29).

Alquran cukup indah menggambarkan persoalan takdir ini. Ketika takdir dikaitkan dengan Allah SWT, maka takdir adalah gambaran kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas dan mutlak. Allahlah yang menciptakan alam raya beserta segala isinya, tanpa ada yang mampu menandinginya. Manusia adalah bagian dari takdir penciptaan itu sendiri. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang terlingkupi oleh takdir-Nya.

Namun, lain halnya ketika takdir itu dikaitkan dengan umat manusia. Alquran selalu menggambarkan bahwa manusia memiliki keleluasaan untuk melakukan berbagai hal yang mereka inginkan. Dalam Alquran tercatat: ”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah nasib mereka sendiri.” (Ar-Ra’d: 11). Alquran juga menggambarkan bahwa apa yang akan manusia peroleh di akhirat nanti, itulah hasil usaha mereka di dunia. ”Siapa yang beramal baik, maka ia akan menuai kebaikan itu, namun siapa yang beramal buruk, maka ia akan mendapatkan keburukan di akhirat itu pula.” (Al-Zalzalah: 7-8).

Dilihat sepintas lalu, ada perbedaan tajam menyangkut takdir tersebut. Di satu sisi Allah SWT mahakuasa dan menguasai manusia, namun di sisi lain Allah juga menyatakan manusia memiliki keleluasaan berbuat sesuai dengan kehendaknya. Lalu, apa sebetulnya hakikat takdir itu? Dalam satu kesempatan, Nabi SAW pernah menggambar garis lurus di atas tanah, dengan disaksikan oleh para sahabatnya. Beliau menggambar banyak garis yang berbeda bentuknya dan satu garis lurus. Ketika menggambar itu, beliau ditanya oleh para sahabatnya tentang maksud gambar itu.

Beliau lantas bersabda, ”Ini adalah satu jalan yang lurus, sedangkan yang lainnya adalah jalan-jalan yang beragam.” (HR Bukhari dan Muslim). Artinya, di dunia ini ada banyak jalan yang dilalui oleh umat manusia. Manusia bebas menempuh jalan-jalan itu, namun selanjutnya, Nabi SAW tegaskan hanya ada satu jalan lurus yang mesti ditempuh oleh umat manusia. Jalan inilah yang Allah SWT dan Rasul-Nya tunjukkan.

Takdir dengan demikian adalah keputusan dan ketetapan Allah SWT yang pasti terjadi. Namun, kita tidak akan pernah tahu takdir Tuhan seperti apa. Kita tidak dituntut untuk tahu apa yang Allah SWT tetapkan pada kita. Yang dituntut dari kita adalah upaya kita untuk melakukan segala macam amal kebaikan positif di dunia ini. ”Dunia itu ladang akhirat,” ujar Rasulullah SAW. (HR Bukhari). Yang menanam kebaikan akan beroleh kebaikan. ”Berlomba-lombalah dalam hal kebaikan.” (Al-Baqarah: 148).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: