• kategori post

  • RSS berita terkini

    • Harga Cabai Merah di Palembang Tak ‘Sepedas’ Rasanya Mei 25, 2018
      Liputan6.com, Palembang - Ketakutan masyarakat akan tingginya harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata tidak terlalu menjadi kenyataan. Seperti contohnya harga cabai di pasar tradisional saat ini menurun drastis dan tak ‘sepedas’ rasanya. Seperti pantauan Liputan6.com di Pasar Tradisional Lemabang Pagi Palembang, […]
    • Alasan Anji Tetap Manggung Saat Ramadan Mei 25, 2018
      Liputan6.com, Jakarta - Tak ada persiapan khusus yang dilakukan Anji menjelang bulan Ramadan. Baginya menyambut Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya. Malahan yang Anji pikirkan adalah saat lebaran, karena banyak yang harus dipersiapkan. Meski begitu, Anji merasa senang dapat menjalani Ramadan tahun ini. Bulan Ramadan baginya adalah sebuah ujian untuk lebih […]
    • Kisah Penghidang Makanan Sahur dan Berbuka Para Tahanan di Porles Malang Mei 25, 2018
      Liputan6.com, Jakarta  Keseharian nenek Kasinem yang bercucu 10 dan tinggal diwilayah Malang ini adalah menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka bagi para tahanan di Polres Malang  "Hari ini menyediakan 73 bungkus, tergantung jumlah tahanannya," kata Kasinem di warungnya yang juga tempat tinggalnya di lingkungan Polres Malang di Kepanjen, Rabu (2 […]
  • kata kunci

  • user

    informations and medias

    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    informations and medias

    visitor counter

  • Iklan

Pembangkit Dan Penyeimbang Energi Batiniah

Anda masih ingat hukum kekekalan energi ? energi tidak hilang, tetapi ia hanya berubah bentuk. Begitu juga iman, iman melahirkan sebuah keinginan untuk berbakti kepada Allah, dan keinginan adalah sebuah energi atau dorongan. Terkadang keinginan…….. batin itu tidak dapat di akomodir lingkungan, maka yang terjadi adalah sesorang akan merasa kecewa akibat ketakseimbangan antara keinginan dan kenyataan.

Seorang peneliti berpendapat : apakah anda menumpahkan kekesalan anda kepada orang lain ketika dilanda frustasi yang di akibatkan oleh kelelahan yang oleh para peneliti disebut “curahan hati negative” atau anda menarik diri, menjauh dari rekan, pelanggan atau bahkan dari orang yang anda sayangi ? jika demikian, anda telah kehilangan kontak dengan kecerdasan emosional dan sumber kreativitas anda. Untuk mencegah dilema yang biasa terjadi itu, anda perlu mengadakan pengamatan diri yang sistematis.

Entah disadari atau tidak, perubahan suasana hati akan mendoromg anda bertindak untuk mengubahnya. Suasana hati yang memburuk mungkin mendorong anda untuk mencari teman, makan, minum soda atau secangkir kopi, atau pergi berjalan-jalan. Ketika anda merasa lelah atau tertekan, misalnya anda merasa sulit untuk membedakan apa yang dirasakan oleh tubuh anda ( lesu, lapar, letih, ingin istirahat ), dengan apa yang dirasakan oleh pikiran ( gelisah, bingung ), dan bagaimana emosi anda (frustasi, tidak sabar, cemas, enggan ).

Sejumlah tokoh terkemuka telah melakukan berbagai cara untuk menghimpun energi emosi mereka. Ambil contoh  Albert Einstein, yang mengingatkan kita bahwa “masalah tidak dapat dipecahkan dengan kecerdasan yang sama dengan yang digunakan untuk menciptakanya” Einstein juga mengakui bahwa ia mendapat intuisi terbaik yang membuahkan kreativitas, saat ia berjalan-jalan, mengobrol, saat melamun, atau bahkan sewaktu mandi.

Terlepas dari cara mereka lakukan, tujuan saya adalah untuk menjelaskan bahwa kita membutuhkan sebuah mekanisme tertentu untuk menghimpun energi emosi. Energi emosi tersebut berfungsi sebagai penyelaras lingkungan di luar diri kita, sekaligus sebagai “lokasi” untuk menghimpun energi emosi dari dalam diri kita. Mekanisme itulah yang nantinya diharapkan akan menghasilkan daya dan semangat pendorong bagi kemajuan kita, hingga akhirnya kita memiliki energi, stamina, serta kegigihan yang tampaknya tak akan pernah habis.

Solat adalah salah satu mekanisme untuk menampung dorongan tersebut. Seseorang akan memperoleh keseimbangan antara dorongan keinginan dan kenyataan lewat mekanisme solat, karena solat menampung dorongan energi yang tinggi dari seorang yang berjuang sebagai khalifah, sebagai wakil Allah yang bertugas memakmurkan bumi.

Selain itu menyelaraskan hati, pikiran, dan kenyataan hidup, solat juga sebuah mekanisme yang bisa menambah energi baru, yang terakumulasi menjadi kumpulan dorongan untuk segera berbuat nyata sebagai aplikasi pemikiran kepada realita. Energi itu akan berubah menjadi perjuangan nyata dalam menjalankan misi sebagai rahmatan lil alamin. Solat akan mengahsilkan sumber daya manusia yang di ilhami “cahaya Allah” yang berperan untuk memikirkan bumi.

Di sisnilah letak keseimbangan yang sesungguhnya, keseimbangan antara hati serta pikiran, keseimbangan antara pikiran dan tindakan. Keseimbangan itu tidak bersifat statis seperti garis yang mendatar, tetapi seperti garis yang mengarah ke atas, karena kegiatan solay itu sendiri akan meningkatkan dorongan dan energi dari waktu ke waktu

“ Bila selesai solat, memencarlah kamu di muka bumi.

Carilah karunia Allah. Ingatkah Allah banyak-banyak,

supaya kamu mencapai kejayaan “

QS Al-Jumu”ah (hari jum”at) 62:10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: